Kamis, 25 November 2010

Seri 4 - Teori-teori Dasar :

Penulis : Rajendra Kartawiria
Sumber : http://quranic-quotient.blogspot.com/2008/09/teori-teori-dasar.html


Bola Semesta bergerak ke masa depan ke arah tertentu, dan berasal dari masa lalu dengan proses tertentu. Untuk dapat menyusun Skenario Alam Semesta, maka perlu dipahami beberapa teori dasar yang menggambarkan kondisi Bola Semesta saat ini.


Teori qrk #3 : Biang Bang ©

Dalam Gelembung Big Bang, kosmologis menemukan bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh, yang mendukung teori big bang.





Dalam Bola Semesta, langit-langit ditinggikan dan diluaskan.

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) 55:7.
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya 51:47.


Dengan proses ini maka Gelembung Big Bang akan bergerak saling menjauh, sesuai arah peninggian dan perluasan Langit. Peninggian dan perluasan langit dapat terjadi karena suatu gaya seperti ledakan yang besar. Untuk membedakan dengan Big Bang yang membentuk alam galaksi dalam gelembung Big Bang, maka ledakan yang mendorong pengembangan langit ini kita sebut sebagai Biang Bang ©



Teori qrk #4 : Air Informasi ©

Hasil Biang Bang adalah benda mati, tetapi Bola Semesta ini dihuni oleh makhluk hidup. Dan kehidupan bukan hanya berasal dari hasil Biang Bang, tetapi ada kontribusi Air.

21:30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Makhluk hidup adalah makhluk yang mempunyai kebebasan memilih, dan kebebasan memilih ada karena ada lebih dari satu pilihan, dan pilihan ada karena informasi-informasi. Jadi dalam Bola Semesta ini, air berperan menyimpan dan mengkomunikasikan informasi yang mendukung kehidupan. Inilah yang mendasari teori Air Informasi ©.



Teori qrk #5: Roh Keputusan

Benda mati dan Air Informasi tidak dapat memilih bila tidak ada yang mengambil keputusan untuk memilih informasi. Jadi ada keterlibatan pihak ketiga untuk menjadi makhluk hidup. Pengambil keputusan itu ialah Roh. Inilah yang mendasari teori Roh Keputusan ©

15:29. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.



Teori qrk #6 : Biang BlackHole

Selanjutnya Bola Semesta ini akan menuju takdirnya untuk berakhir. Akhir alam semesta adalah dengan digulung seperti menggulung lembaran kertas. Kosmologis menemukan gelombang energi blackhole seperti gulungan kertas.




21:104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya.

Blackhole yang mampu menghisap langit dan bumi, bukanlah blackhole yang saat ini banyak ditemukan kosmologis. Bukan pula blackhole yang berasal dari sumber big bang. Tetapi Black Hole yang tercipta tidak berapa lama setelah Biang Bang. Oleh karena itu disebut sebagai Biang BlackHole ©

Dengan memahami Teori-teori dasar ini maka puzzle Skenario Alam Semesta segera disusun


Rabu, 24 November 2010

Seri 3 - Teori qrk #2 :Gelembung Big Bang :

Penulis : Rajendra Kartawiria
Sumber : http://quranic-quotient.blogspot.com/2008/09/teori-qrk-2-gelembung-big-bang.html


Lalu bagaimana dengan hasil eksplorasi kosmologis saat ini?Kosmologis telah menemukan ripple (riak) pada pada struktur microwave background radiation yang boleh dikatakan merupakan dinding dari alam galaksi yang selama ini dieksplorasi.




Berdasarkan peta bola semesta maka ripple ini bukanlah perbatasan antara ard dan langit, karena pada ripple tidak dijumpai “panah-panah api”

dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, 72:8.

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. 67:5.

Ripple ini juga bukan ripple lapisan-lapisan Ard seperti dalam Bola Semesta karena tidak ditemukan ripple lain sebagai batas lapisan Ard.
Dengan demikian ripple ini berada disalah satu lapisan Ard.
Ripple ini merupakan hasil teori big bang.

Karena ada bagian materi yang keluar dari ripple, maka diluar ripple masih ada ruang.
Karena merupakan bagian dari salah satu lapisan Ard, maka dihipotesakan ada ripple-ripple lain yang merupakan hasil ‘big bang’ lain di lapisan-lapisan Ard. Dengan kata lain ada banyak big bang lain, dan setiap big bang membentuk ripple, sehingga masing-masing big bang terlihat sebagai ‘gelembung’ di lapisan Ard.

Dengan dasar inilah aku melahirkan teori Gelembung-gelembung Big Bang © yang mengisi lapisan-lapisan Ard. Big bang kita merupakan salah satu diantara gelembung big bang. Aku belum mendapat clue dimana gelembung big bang kita berada. Untuk sementara aku asumsikan dulu ada di lapisan Ard yang ke 5.



Selasa, 23 November 2010

Seri 2 - Teori qrk #1 : Bola Semesta :

Penulis : Rajendra Kartawiria
Sumber : http://quranic-quotient.blogspot.com/2008/09/teori-qrk-1-bola-semesta.html


Andai bisa ‘terbang’ terus keatas menuju batas alam semesta, maka secara berturut-turut kita dapat melihat planet bumi, sistem tata surya, galaksi Melky Way tempat matahari kita berada, gugusan galaksi, dan puncak eksplorasi manusia berupa peta galaksi yang seperti ‘rambat rancah’ (bahasa sunda yang artinya sarang laba-laba yang ditemui dilangit-langit rumah)











Bila kita buka Quran, langit dinyatakan dalam 2 kata
  1. Sama’ yang menggambarkan langit dari sudut pandang manusia menatap ke atas langit. Sehingga sebagai pasangan Sama’ maka Ard (bumi) adalah planet bumi tempat manusia berpijak
  2. Samawat yang menggambarkan langit dari sudut pandang penciptaan alam semesta. Sehingga sebagai pasangan Samawati maka Ard adalah benda-benda selain Langit, yaitu alam galaksi yang didalamnya ada bintang dan planet, termasuk matahari dan planet bumi.


Untuk mulai memetakan Alam Semesta maka ada beberapa dalil yang kita gunakan

  1. Dalam konteks penciptaan alam semesta, Galaksi dan bintang bukan termasuk bagian dari langit, melainkan hanya merupakan hiasan dari langit yang terdekat. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, 37:6.
  2. Di ‘atas’ langit terdekat ada lapisan-lapisan langit lagi sampai tujuh lapis langit. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. 41:12.
  3. Bagian alam semesta yang bukan langit, yaitu Ard, juga mempunyai tujuh lapis sebagaimana langit.
    Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi (Ard). Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. 65:12.
  4. Bagian terluar alam semesta ini adalah Arasy dan Air
    Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah Arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata". 11:7.
  5. Ada Lohmahfuz yang mencatat segala yang terjadi di langit dan bumi. Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz). 10:61.
  6. Allah “bersemayam” di atas Arasy
    Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? 10:3.

Berdasarkan dalil-dalil ini kita bisa memetakan alam semesta, yang merupakan teori pertama dari qrk, yaitu Bola Semesta ©.




Karena belum ada indikasi besaran masing-masing lapisan, maka peta ini tidak skala.


Seri 1 - Teori qrk ©

Penulis : Rajendra Kartawiria

Sumber :
http://quranic-quotient.blogspot.com/2008/09/teori-qrk.html
http://www.pbs.org/wnet/hawking/mysteries/html/myst.html


Salah satu ilmu pengetahuan yang menarik perhatian dan membuatku penasaran adalah mengenai alam semesta, atau dalam ilmu modern disebut Kosmologi.

Puncak eksplorasiku adalah ketika membuka web Hawking dan menemukan bahwa masih ada hal-hal yang belum bisa dikuak oleh para kosmologis.

Ada 7 (tujuh) “Unsolved Mysteries” Kosmologi yang mungkin membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bisa terpecahkan.



1. Where Does Matter Come From ?

Di awal pembentukan alam semesta (big bang) jumlah materi dan anti-materi adalah sama. Namun mengapa saat ini semesta galaksi ini hanya terdiri dari materi (anti materi sangat-sangat sedikit ditemukan) ?


2. Is Time Travel Possible ?

Penemuan blackhole memunculkan solusi-solusi wormhole dan superstring, yang secara teori memungkinkan adanya perjalanan lintas waktu. Mungkinkah diciptakan mesin waktu di dunia ini ?


3. Where Is the Missing Matter ?

Penemuan riak (ripple) pada struktur microwave background radiation menunjukkan bahwa semesta galaksi ini mempunyai massa yang jauh lebih besar dari yang terlihat. Kemana hilangnya massa yang besar ini ?


4. An Inhabited Universe ?

Proyek SETI (Search for ExtraTerrestrial Intelligence) belum berhasil mendengar suara kehidupan dari semesta galaksi. Apakah semesta ini tidak berpenghuni ?


5. An Eternity of Bubbles ?

Untuk menampung big bang dibutuhkan ruang kosong (false vacuum) . Sifat false vacuum ini memungkinkan terjadinya big-bang atau alam semesta lain, sehingga akan banyak alam semesta, dan tidak akan pernah berhenti. Benarkah ?


6. Is There a Theory of Everything ?

Teori Relativitas dan Teori Quantum mempunyai arah yang berbeda. Adakah teori yang bisa menyatukan keduanya ?


7. What Is the Future of Cosmology ?

Ada harapan teori bahwa ruang dan waktu bersifat self-organized. Konsekuensinya adalah adanya sistem yang sangat kompleks. Mungkinkah ruang dan waktu self-organized ?

Untuk ikut-ikutan memecahkan misteri ini, aku baca-baca ayat Al Quran. Bagaikan main puzzle, aku merangkai ayat-ayat itu sehingga menemukan beberapa teori yang menjawab pertanyaan para kosmologis ini.

Karena teori ini berdasarkan Al Quran, maka aku sebut sebagai Quranic’s Theory. Namun karena aku tak mau jumawa, dan takut ada kesalahan dalam menafsirkan Al Quran maka aku harus bilang ini adalah Teori Rajendra Kartawiria. Jadi karena merupakan dua sumber tadi, maka aku sebut saja sebagai Teori Quranic Rajendra Kartawiria atau disingkat Teori qrk©.

Dikasih © biar paten, agar nanti istilah-istilah kosmologis tidak harus bahasa Inggris, tapi bisa bahasa Indonesia.
He he, ge er deh …